NADIKABAR.COM — Menopause merupakan bagian alami dari proses penuaan pada perempuan yang ditandai dengan berhentinya menstruasi secara permanen.

Perubahan ini terjadi ketika fungsi ovarium menurun dan produksi hormon estrogen berkurang. Meski menjadi bagian dari tahapan kehidupan, waktu terjadinya menopause dapat berbeda pada setiap perempuan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa sebagian besar perempuan mengalami menopause pada usia 45 hingga 55 tahun. Sementara itu, rata-rata usia menopause di Amerika Serikat berkisar 51 hingga 52 tahun. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa menopause tidak selalu terjadi pada usia yang sama.

Menopause ditandai dengan berhentinya menstruasi selama 12 bulan

Menopause terjadi ketika seorang perempuan tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut dan kondisi tersebut bukan disebabkan oleh faktor lain, seperti kehamilan, penggunaan kontrasepsi hormonal atau gangguan kesehatan tertentu.

Sebelum memasuki tahap ini, perempuan biasanya melewati masa perimenopause, yaitu periode ketika kadar hormon mulai berubah dan siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Fase tersebut dapat berlangsung selama beberapa tahun sebelum menstruasi benar-benar berhenti.

Perubahan hormon selama masa transisi ini juga dapat memengaruhi kondisi fisik dan emosional. Karena itu, gejala menopause terkadang sudah dirasakan sebelum perempuan mengalami menstruasi terakhirnya.

Gejala menopause yang sering dialami perempuan

Penurunan kadar estrogen dapat memicu sejumlah perubahan pada tubuh. Gejala yang muncul bisa berbeda-beda, baik dari segi jenis maupun tingkat keparahannya.

Beberapa gejala yang umum dialami perempuan selama masa transisi menopause meliputi:

Siklus menstruasi dapat menjadi lebih pendek, lebih panjang, atau terlewat selama beberapa bulan.

Tubuh tiba-tiba terasa panas, terutama pada wajah, leher dan dada.

Keringat berlebihan saat tidur dapat mengganggu kenyamanan dan kualitas istirahat.

Sebagian perempuan mengalami kesulitan tidur atau sering terbangun pada malam hari.

Perubahan hormon dapat berkaitan dengan perasaan mudah cemas, sensitif atau mengalami perubahan emosi.

Berkurangnya estrogen dapat menyebabkan jaringan vagina menjadi lebih kering dan menimbulkan ketidaknyamanan saat berhubungan seksual.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), gejala menopause yang umum mencakup sensasi panas, vagina kering dan perubahan suasana hati. Gejala tersebut dapat memengaruhi kenyamanan serta aktivitas sehari-hari.

Menopause dini dapat terjadi sebelum usia 45 tahun

Meskipun umumnya terjadi pada usia 45 hingga 55 tahun, sebagian perempuan mengalami menopause lebih awal. National Health Service (NHS) membedakan menopause dini dan menopause prematur berdasarkan usia ketika menstruasi berhenti.

Menopause dini terjadi ketika menopause berlangsung sebelum usia 45 tahun. Sementara itu, menopause prematur atau insufisiensi ovarium primer dapat terjadi sebelum usia 40 tahun.

Kondisi tersebut dapat terjadi secara alami atau berkaitan dengan faktor tertentu, seperti riwayat keluarga, operasi yang memengaruhi ovarium, kemoterapi maupun pengobatan medis lainnya. Namun, penyebabnya tidak selalu dapat diketahui.

Perempuan yang mengalami perubahan menstruasi disertai gejala menopause sebelum usia 45 tahun sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab perubahan tersebut dan menentukan penanganan yang sesuai.

Faktor yang memengaruhi usia menopause

Usia menopause tidak hanya ditentukan oleh pertambahan usia. Sejumlah faktor dapat memengaruhi kapan seorang perempuan memasuki fase tersebut.

Riwayat keluarga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Perempuan yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat menopause dini berpeluang mengalami kondisi serupa.

Selain itu, merokok dikaitkan dengan menopause yang terjadi lebih awal. Tindakan medis tertentu, seperti pengangkatan ovarium atau pengobatan kanker yang memengaruhi fungsi ovarium, juga dapat menyebabkan menopause terjadi lebih cepat.

Meski demikian, faktor-faktor tersebut tidak dapat digunakan untuk memastikan usia menopause seseorang. Setiap perempuan memiliki kondisi biologis dan riwayat kesehatan yang berbeda.

Cara menjaga kesehatan selama masa menopause

Perubahan hormon selama menopause dapat memengaruhi kualitas hidup. Oleh karena itu, menjaga kesehatan tetap penting selama masa transisi maupun setelah menstruasi berhenti.

Pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, tidur yang cukup dan menghindari kebiasaan merokok dapat membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan. Perempuan juga perlu memperhatikan kesehatan tulang dan jantung karena perubahan hormon setelah menopause berkaitan dengan perubahan risiko kesehatan tertentu.

Jika gejala menopause mengganggu aktivitas, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan pilihan penanganan. WHO menyebutkan bahwa intervensi hormonal maupun nonhormonal dapat digunakan untuk membantu meredakan gejala menopause sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing perempuan.

Menopause merupakan tahapan alami yang umumnya dialami pada usia 45 hingga 55 tahun. Namun, perubahan menstruasi yang terjadi terlalu dini atau disertai gejala yang mengganggu perlu diperiksa agar penyebabnya diketahui dan penanganannya tepat.