Konsep pendidikan jarak jauh tersebut telah menjadi bagian dari UT sejak perguruan tinggi itu berdiri pada 1984. Seiring perkembangan teknologi, sistem PJJ bertransformasi semakin terdigitalisasi.
Pembelajaran dan berbagai layanan akademik dapat diakses mahasiswa dari berbagai wilayah. Pola tersebut memungkinkan kebutuhan mobilitas rutin menuju kampus diminimalkan sekaligus membuat penggunaan sumber daya fisik dalam proses pendidikan menjadi lebih efisien.
Komitmen UT terhadap keberlanjutan tidak hanya dilakukan melalui sistem pembelajaran digital.
UT telah mencanangkan program UT Go Green sejak 2010. Sejumlah praktik ramah lingkungan dilakukan, mulai dari pengurangan penggunaan kertas, penanaman pohon, pengelolaan sampah, pembuatan biopori, pembangunan danau buatan, hingga pengembangan eco-building.
Inisiatif tersebut kemudian dikembangkan melalui UT Green University (UTGU). Prinsip keberlanjutan diterapkan dalam berbagai aspek, termasuk infrastruktur, pengelolaan energi dan limbah, transportasi, pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Perpaduan tim redaksi pendidikan jarak jauh berbasis digital dan pengelolaan lingkungan tersebut menjadi bagian dari pendekatan Green Campus Digital UT.
Digitalisasi membantu mengurangi kebutuhan terhadap sumber daya fisik dalam proses akademik. Sementara itu, pengelolaan lingkungan memperluas penerapan prinsip keberlanjutan hingga ke berbagai aktivitas perguruan tinggi.
Upaya menjaga lingkungan juga melibatkan mahasiswa UT. Salah satunya melalui program "Satu Mahasiswa, Satu Pohon" yang dilakukan saat pembekalan mahasiswa baru.
Ali mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai kepedulian sosial dan ekologis kepada mahasiswa sejak awal mereka bergabung dengan UT.