Program tersebut sekaligus melengkapi pendekatan keberlanjutan UT yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan lingkungan di dalam kampus, tetapi juga mendorong keterlibatan sivitas akademika.

Di sisi lain, Ali mengatakan UT juga memiliki sejumlah agenda untuk memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang menerapkan prinsip pendidikan tinggi untuk semua.

Menurutnya, ada tiga hal utama yang ingin diperkuat UT, yakni kewibawaan akademik, integritas akademik, dan reputasi akademik. "Ini tiga pilar penting untuk semakin memantapkan peran UT di masyarakat dalam rangka pendidikan tinggi untuk semua," ujarnya.

Prinsip tersebut berjalan beriringan dengan upaya UT memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang selama ini menghadapi kendala untuk menjangkau perguruan tinggi.

Ali mengatakan UT ingin memberikan layanan pendidikan terbaik kepada masyarakat Indonesia di mana pun berada, termasuk mereka yang tinggal di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), daerah terisolasi, maupun wilayah yang belum tersentuh pendidikan tinggi.

Kendala ekonomi dan geografis, menurutnya, masih membuat sebagian masyarakat kesulitan mendatangi kampus-kampus utama yang berada di kota besar.

"Karena berbagai kendala ekonomi, kendala geografis yang membuat masyarakat tidak bisa mendatangi kampus-kampus utama di kota-kota besar, maka kampus kami yang akan mendatangi mahasiswa," kata Ali.

Saat ini, UT melayani 856.444 mahasiswa aktif. Jumlah tersebut masih ingin diperluas. Ali mengatakan UT menargetkan dalam satu hingga dua tahun mendatang dapat melayani hingga 1 juta mahasiswa.

"Kita harapkan setahun, dua tahun ke depan kita pantas dan layak melayani hingga 1 juta mahasiswa," ujar Ali.