NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mempertanyakan penilaian dari lembaga pemeringkat (rating agency) global yang dinilai terlampau ketat atas indikator fiskal Indonesia, sedangkan banyak negara yang memiliki banyak utang mendapatkan rating yang lebih positif.

Airlangga menjelaskan pemerintah Indonesia selalu disiplin dalam menjaga defisit anggaran di bawah 3%. Selain itu pemerintah juga selalu menjaga rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional di kisaran 39%.

Angka tersebut dinilai jauh lebih rendah jika dibandingkan beberapa negara maju dan berkembang lainnya seperti Amerika Serikat (AS), India, Jepang, hingga Singapura yang memiliki rasio utang jauh melampaui PDB mereka. Namun negara-negara ini memiliki rating lebih baik dari Indonesia.

"Kita selama ini tentu dipaku dengan Indonesia punya budget deficit di bawah 3% dan debt to GDP ratio sekarang kita sekitar 39%. Bandingkan dengan Amerika yang 5,8% deficit-nya, kemudian utangnya terhadap GDP 123,3%," katanya dalam acara BIG Downstream Insight, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).