"Kita ingin industri yang masuk ke Madura benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kajiannya harus komprehensif, ramah lingkungan, dan memberikan ruang yang besar bagi sumber daya manusia daerah," katanya.

Safi’ menekankan pentingnya menghubungkan hasil riset dan inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat.

UTM, kata dia, memiliki berbagai potensi riset yang berbasis pada kekuatan lokal, tetapi hilirisasi hingga produksi dalam skala besar membutuhkan keterlibatan dunia industri dan pemerintah daerah.

"Kampus memiliki batas pada pelaksanaan tridharma. Karena itu, riset dan inovasi perlu dipertemukan dengan pemerintah dan industri agar hasilnya dapat diterapkan dan manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat," ujar Safi’.

Sementara itu, Ketua ICMI Bangkalan Abdul Azis Jakfar mengatakan kerja sama dengan UTM diarahkan untuk mendorong gagasan pembangunan yang bertumpu pada pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, riset dan inovasi perlu didorong hingga tahap hilirisasi dan komersialisasi agar mampu menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan.

"Riset inovasi harus diupayakan untuk dihilirkan, dikomersialisasikan, dan dijadikan bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Dari siklus itulah kesejahteraan masyarakat dapat dibangun," katanya.