NADIKABAR.COM — PSIM Yogyakarta akhirnya memutuskan pisah jalan dengan Jean-Paul van Gastel. Meneer Belanda itu menjadi pelatih kedua yang dipecat di Super League musim ini.

Pemutusan hubungan kerja ini mengakhiri kebersamaan kedua belah pihak yang sudah terjalin selama 16 bulan. Pelatih asal Belanda itu ditunjuk menangani tim pada pertengahan 2025 sebelum Super League 2025/26.

Pada musim perdananya, Van Gastel cukup bersaing di papan atas pada awal kompetisi. Meski setelahnya menurun, PSIM masih bisa bertahan di papan tengah dan mengakhiri kompetisi di peringkat ke-11.

Namun, semuanya berubah di awal musim ini. PSIM empat kali kalah dan cuma bisa meraih satu kali imbang sehingga tertahan di peringkat ke-16 alias zona degradasi dengan satu poin saja.

Kondisi itu membuat kelompok setia PSIM gusar. Mereka menuntut untuk memecat Van Gastel, yang kini akhirnya dikabulkan oleh manajemen PSIM lewat pengumuman klub, Sabtu (17/10/2026).

"Menanggapi situasi yang ada, tugas saya sebagai direktur utama adalah memastikan keamanan dan keberlangsungan PSIM," kata Direktur Utama PSIM Jogja, Yuliana Tasno, dikutip dari laman klub.

"Oleh sebab itu, saya dan manajemen PSIM memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Head Coach JP (Jean-Paul)," ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, Liana yang mewakili manajemen menuturkan permohonan maaf atas performa tim yang belum dapat memenuhi harapan dan keinginan para pendukung PSIM Jogja. Liana juga menjelaskan bahwa pengakhiran kerja sama hanya dilakukan untuk kursi pelatih kepala.

Manajemen tetap mempertahankan staf kepelatihan dengan pemantauan rutin terkait kinerja mereka. Adapun asisten pelatih Guntur Cahyo Utomo ditunjuk sebagai pelatih sementara (caretaker).

"Untuk posisi caretaker, kami menunjuk Coach Guntur bersama tim analis untuk memimpin tim sementara waktu. Kami juga akan bekerja cepat dalam kurun waktu di bawah satu bulan untuk mendapatkan pelatih kepala yang baru sesuai batas maksimal regulasi, yakni satu bulan," tutur Liana.

Van Gastel menjadi pelatih kedua yang kehilangan pekerjaan di Super League. Sebelumnya, Persijap Jepara menyudahi kerja sama dengan Mario Lemos pada 15 Oktober 2026. Untuk sementara, Antonio Claudio yang menangani Laskar Kalinyamat.