NADIKABAR.COM — Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menyebutkan tim asuhanya kurang beruntung ketika takluk dari PSM Makassar pada pekan kelima BRI Super League di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat.
"Pada babak pertama, kami sebenarnya tampil baik. Kami hanya sedikit kurang beruntung," ungkap Van Gastel, dikutip dari laman resmi I.League, Sabtu.
Pada pertandingan tersebut, PSIM Yogyakarta menelan kekalahan tipis dengan skor 1-2 dari PSM Makassar meski tim lawan harus mengakhiri laga dengan 10 pemain karena Dusan Lagator diganjar kartu merah pada menit 79.
PSM Makassar dapat unggul terlebih dahulu melalui Achmat Fahrul Aditia dan Stefan Jevtovski, lalu PSIM Yogyakarta sempat memperkecil ketertinggalan berkat Ze Valente.
"Kami juga memperoleh beberapa peluang emas, tetapi sayangnya gagal memanfaatkannya," jelas Van Gastel.
Kekalahan tersebut membuat PSIM Yogyakarta belum bisa keluar dari tren negatif sebab dalam lima laga terakhir harus menelan empat kekalahan dan mengemas satu hasil imbang.
Rentetan hasil negatif itu membuat PSIM Yogyakarta mendapatkan tekanan besar untuk dapat segera bangkit di laga-laga berikutnya dan Van Gastel menyebutkan timnya tetap ingin meraih hasil maksimal di setiap pertandingan.
Pelatih asal Belanda itu juga mengaku memahami akan kekecewaan suporter setia Laskar Mataram akibat rentetan hasil buruk yang didapat dan dirinya meminta untuk tetap memberikan dukungan kepada tim.
"Tentu saja kami ingin menang dalam setiap pertandingan yang dijalani. Namun, saat ini semuanya terasa sangat sulit," harap Van Gastel.
Akibat kekalahan kontra PSM Makassar, PSIM Yogyakarta kini turun ke peringkat 16 klasemen sementara BRI Super League dengan satu poin dari lima pertandingan.