Saat ini, Machchhar sedang dalam masa pemulihan di sebuah rumah sakit di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Sebelumnya, ia sempat dirawat karena luka-lukanya di Arab Saudi, tempat pesawat yang dialihkan rutenya itu terpaksa melakukan pendaratan darurat.

Machchhar tampak emosional saat berbicara dengan Modi sembari mengenang cobaan berat yang dialaminya. Dia meminta maaf kepada Modi karena sempat menangis di telepon.

Machchhar menuturkan bahwa putrinya sempat menjenguknya di rumah sakit namun merasa takut melihat kondisinya saat itu. Ia juga mengatakan bahwa putra bungsunya yang berusia dua tahun belum bisa menemuinya.

"Setelah Anda menelepon saya, saya sungguh sangat bangga pada diri sendiri," ujar Machchhar. "Sebelumnya saya tidak merasa bangga, tetapi sekarang saya bangga."

Upaya pembajakan itu terjadi pada Rabu (30/9) saat pesawat sedang mengudara ke Tel Aviv, Israel. Pembajakan gagal setelah para penumpang masuk ke kokpilot dan pilot pengganti mengambil alih kendali pesawat.