NADIKABAR.COM — Pilot Flydubai, Smit Machchhar, akhirnya memberikan kesaksian terkait pembajakan yang hampir dialami pesawat yang dikemudikannya. Machchhar mengaku mengalami luka parah usai diserang oleh pelaku yang merupakan kopilotnya.

Pernyataan itu disampaikan Machchhar saat melakukan panggilan video dengan Perdana Menteri India Narendra Modi pada Jumat (2/10/2026) waktu setempat. Machchhar diketahui merupakan warga negara India.

"Saat itu, saya berjuang mempertahankan hidup saya. "Saya terluka sangat parah hingga jatuh tersungkur... saat itu, saya sempat berpikir, bagaimana jika saya tidak bisa bangkit lagi?" kata Machchhar dalam panggilan video kepada Modi

Machchhar mengalami luka parah saat berusaha melawan pelaku penyerangan. Gambar-gambar memperlihatkan suasana mengerikan di dalam pesawat, dengan ceceran darah di seluruh kokpit dan sang pilot yang terluka parah terbaring di lantai.

Machchhar mengatakan kepada Modi bahwa ia sedang berada di lantai kokpit saat menyadari pesawat itu akan jatuh.

"Dan saat itu saya tahu-satu dorongan terakhir, Smit! Lakukan saja. Pintunya tepat di sana," ujarnya. "Padahal saat itu pun, dia masih terus menghajar saya."

Di saat momen genting itu, Machchhar berhasil membuka pintu kokpit hingga para penumpang masuk melumpuhkan pelaku pembajakan.

"Saya melakukan ini demi nyawa saya sendiri, tetapi pada saat yang sama, saya tahu bahwa saya tidak boleh membiarkan orang lain tewas."

Modi memuji aksi heroik Machchhar. PM India itu mengatakan Tindakan Machchhar telah menyelamatkan nyawa banyak orang.

"Anda sendiri sedang berjuang antara hidup dan mati," ujar Modi.

Saat ini, Machchhar sedang dalam masa pemulihan di sebuah rumah sakit di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Sebelumnya, ia sempat dirawat karena luka-lukanya di Arab Saudi, tempat pesawat yang dialihkan rutenya itu terpaksa melakukan pendaratan darurat.

Machchhar tampak emosional saat berbicara dengan Modi sembari mengenang cobaan berat yang dialaminya. Dia meminta maaf kepada Modi karena sempat menangis di telepon.

Machchhar menuturkan bahwa putrinya sempat menjenguknya di rumah sakit namun merasa takut melihat kondisinya saat itu. Ia juga mengatakan bahwa putra bungsunya yang berusia dua tahun belum bisa menemuinya.

"Setelah Anda menelepon saya, saya sungguh sangat bangga pada diri sendiri," ujar Machchhar. "Sebelumnya saya tidak merasa bangga, tetapi sekarang saya bangga."

Upaya pembajakan itu terjadi pada Rabu (30/9) saat pesawat sedang mengudara ke Tel Aviv, Israel. Pembajakan gagal setelah para penumpang masuk ke kokpilot dan pilot pengganti mengambil alih kendali pesawat.