NADIKABAR.COM — Pemerintah Vietnam merilis rencana untuk menghubungkan VNeID, aplikasi identifikasi elektronik nasional, dengan sistem identifikasi elektronik di Singapura dan Laos, sebelum secara bertahap memperluas koneksi tersebut ke negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) lainnya, demikian dilaporkan portal pemerintah pada Selasa (22/9).
Rencana itu bertujuan untuk menyederhanakan prosedur keimigrasian dan mempersingkat waktu pemeriksaan, verifikasi, serta pemrosesan di pintu-pintu perbatasan, sekaligus meningkatkan pertukaran antarmasyarakat dan mendorong perdagangan serta investasi regional, papar laporan tersebut.
Berdasarkan rencana itu, Vietnam akan menggelar uji coba koneksi, autentikasi, dan pertukaran informasi identifikasi elektronik dengan Singapura dan Laos di Bandar Udara Internasional Noi Bai di Hanoi, ibu kota Vietnam, dan Bandar Udara Internasional Tan Son Nhat di Ho Chi Minh City, sebuah kota hub di Vietnam selatan.
Program percontohan itu akan dimulai pada 2026 dan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Pihak berwenang akan mengevaluasi waktu pemrosesan, tingkat keberhasilan autentikasi, kesalahan, dan umpan balik (feedback) pengguna sebelum mempertimbangkan perluasan ke pintu-pintu perbatasan dan negara-negara anggota ASEAN lainnya.