Vietnam secara khusus membidik wisatawan dengan pengeluaran tinggi dan masa tinggal lebih panjang. Kualitas produk wisata, pelayanan, pengalaman wisatawan, sumber daya manusia, hingga pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian penting dari strategi tersebut.
Budaya dan identitas nasional juga ditempatkan sebagai fondasi utama. Pariwisata akan dikembangkan secara terintegrasi dengan transportasi, perdagangan, jasa, pertanian, industri kreatif, ekonomi digital hingga ekonomi malam.
Vietnam bahkan menargetkan terbentuknya ekosistem smart tourism, lengkap dengan database pariwisata nasional dan platform digital pariwisata nasional.
Untuk mengejar target tersebut, Vietnam menetapkan Hanoi, Ho Chi Minh City, dan Da Nang sebagai tiga kutub pertumbuhan pariwisata.Selain itu, pemerintah menargetkan pengembangan 10 pusat pariwisata utama, 20 kawasan pariwisata nasional, 15 perusahaan pariwisata dengan merek yang mampu bersaing secara global, sekitar 1,5 juta kamar akomodasi, 2,3 juta lapangan kerja langsung, dan 3,5 juta lapangan kerja tidak langsung.
Target kontribusi pariwisata terhadap ekonomi juga cukup ambisius, yakni 10-12% PDB secara langsung pada 2030.