"Sejauh ini nggak, cuma kita dari orang-orang terdekatnya itu selalu kasih masukan, selalu menghibur mungkin ya. Tapi nggak dipungkiri lho, hal seperti itu jadinya trust issue. Pasti jadi trust issue," beber Joseph.

"Jadi sekarang dia ya lebih nggak percaya sama orang, makin lebih strict dan sebagainya," sambungnya.

Joseph juga memberikan pesan kepada para content creator agar lebih berhati-hati dalam mengelola bisnis ketika skala usaha mereka semakin besar.

"Vilmei kan content creator. Untuk content creator lainnya, kalau semakin besar dijamin, angin kalian itu pasti akan semakin besar. Angin yang menerpa kalian akan semakin besar," ujarnya.

"Jadi kalian harus lebih firm, harus lebih kuat, harus lebih teliti, harus lebih strict lagi dalam mengurus bisnis kalian," lanjut Joseph.

Ia menilai salah satu hal yang perlu diperbaiki dari manajemen Vilmei adalah sistem pengawasan dan sikap terlalu mudah percaya kepada orang lain. Menurutnya, meski bisnis yang dijalankan Vilmei belum tergolong perusahaan besar, pemilik usaha tetap harus memiliki kontrol yang ketat terhadap pengelolaan keuangan.

"Pertama dari segi, ini kan bukan perusahaan besar ya, masih perusahaan, bisa termasuk perusahaan kecil. Jadi dari owner-nya sendiri sebenarnya, harus lebih jeli. Nggak bisa sembarang percaya sama orang," kata Joseph.