Eskalasi kerugian yang ternyata membengkak hingga diperkirakan mencapai lebih dari Rp 3 miliar menambah beban pikirannya. Tidak hanya sekadar mengambil uang tunai, pelaku juga merusak bisnis brand milik Vilmei dengan melakukan sabotase harga produk.
"Gemas jujur. Aku tadi sudah mau pensiun (jadi konten kreator), tapi gak jadi," bebernya.
Meski dilanda stres yang cukup berat, Vilmei berusaha untuk tetap bersikap tegar. Baginya, bangkit dari keterpurukan adalah satu-satunya jalan agar tidak terus-menerus terlarut dalam kesedihan akibat ulah orang kepercayaannya.
"Ambil happy-nya saja ya, kita ambil happy-nya saja lah. Kalau distresin pasti pusing, tapi ya sudahlah langsung bangkit saja buat pembelajaran ke depannya. Daripada kita fokus ngebalas dia, fokus tentang masalah-masalah gini, kita juga fokus buat cari yang barulah uangnya," ujar Vilmei.