"Jadi supaya tidak liar, maka kejadian ini kita rilis bahwa itu adalah kejadian yang sama yang terjadi pada tanggal 26 September 2026," jelasnya.

"Dipastikan itu kejadian yang sama dan kejadian itu belum terjadi tawuran, namun berpotensi terjadi tawuran," imbuhnya.

Joko menambahkan, dalam video viral itu disebut polisi menembak pelaku. Joko menegaskan bahwa polisi tidak menggunakan peluru tajam, namun gas air mata.

"Jadi informasi yang didapat dari tim presisi, karena ini sekelompok orang itu tidak ada penembakan. Sempat tembakan gas air mata untuk membubarkan," katanya.