Dia mengaku meminta suporter fokus mendukung PSMS, dan membentangkan spanduk itu setelah laga usai. Bahkan, akunya, dia juga menawarkan diri untuk turut membentangkan spanduk tersebut.
"Karena konsentrasi sudah tidak lagi ke pertandingan, sudah terpecah, aku mencoba datang dan memberikan penawaran gimana kalau spanduknya nanti aja kita pasang setelah pertandingan, sekarang kita dukung PSMS dulu, aku yang bakal megang nantinya. Dan mereka [bilang] 'oke bang, sepakat bang', dan semua penonton yang di situ sepakat," klaim sosok yang dikenal sebagai komedian itu.
Namun, katanya, setelah disepakati ternyata masih ada yang ingin memasang spanduk karhutla itu kala laga masih berjalan. Adu pendapat soal pemasangan spanduk itu pun terjadi. Oki mengaku mencoba menengahi, agar para suporter fokus mendukung PSMS dulu.
"Aku kira setelah setelah aku berbicara seperti itu, spanduk kan dibuka itu sama mereka, ternyata masih ada diskusi yang terjadi, aku coba datang, 'aman ya bang', aku juga ngomong ke suporter, 'Kita memang kondisinya lagi enggak baik. Tapi, sekarang kita dukung PSMS aja dulu'," sebutnya.
Dia mengaku momen itu bercampur emosi. Kemudian, klaimnya, ada salah satu suporter disebut datang sambil menangis. Oki mengaku memegang kepala suporter tersebut, dan membantah narasi aksi pencekikan.
Dia juga menjelaskan klaim yang diucapkan ke suporter PSMS lainnya di stadion bahwa dirinya hampir dibunuh pemerintah karena menyuarakan karhutla. Oki mengaku momen itu dipengaruhi adrenalin tinggi, dan terbawa suasana. Menurutnya, selama ini dirinya ketika bersuara menyampaikan kritik pun kerap mendapat ancaman.