Menurut Edeh, saat di rumah sakit pun tak langsung mendapatkan tindakan. Tindakan baru dilakukan 4 jam kemudian atau sekitar pukul 05.00 WIB.
"Kenapa harus di situ dokternya belum ada di tempat? Harusnya kita mau rujuk itu dokter sudah ada di tempat. Mungkin langsung penanganan. Ini kita dari jam 01.00 WIB sampai jam 05.00 WIB baru ditangani," jelasnya.
"Anak saya udah histeris, teriak-teriak 'Sakit, Mama! Panas, Mama! Perih!' Pokoknya saya juga pas waktu detak jantung ini gimana dengan bayinya? Enggak ada yang jawab bidan dari sana," tambahnya.
IN akhirnya melahirkan bayinya secara caesar (sc), namun bayinya meninggal dunia. Edeh mengaku kecewa dengan pelayanan medis yang terkesan lambat. Dia menduga ada kelalaian hingga menyebabkan kematian terhadap cucunya.
"Pokoknya saya sangat kecewa dengan pelayanan. Kalau mungkin kalau dokternya pas dirujuk itu ada, enggak mungkin akan terjadi seperti ini. Memang kita kembalikan ke nasib, tapi ada sebabnya, kelalaian," ungkapnya.
Edeh juga mempertanyakan terkait rahim putrinya yang diangkat. Serta tidak adanya opsi rumah sakit rujukan dari pihak puskesmas.