"Yang berseragam itu siswa SMKN 1 Soe. Kalau yang tidak berseragam itu bukan siswa SMKN 1 Soe," ujar Eduard saat dihubungi, Senin.
Kasus itu sendiri berujung pada laporan di kepolisian meski pihak sekolah berupaya mendamaikan. "Saya barusan cek terkait dengan ini masalah, ternyata sudah dilaporkan oleh orang tua korban ke polisi. Jadi korban itu adalah siswi kami di SMKN 1 Soe," ujar Eduard.
Eduard menjelaskan setelah kejadian tersebut, pihak sekolah langsung memanggil kedua siswi itu bersama orang tuanya dan sudah diselesaikan di sekolah pada Jumat (28/8/2026). Dalam kesempatan itu, mereka dibuatkan surat pernyataan untuk tak mengulangi perbuatannya.
Selanjutnya, penyelesaian kasus tersebut direncanakan hari ini di SMKN 1 Soe. Namun, orang tua BF terlebih dahulu membuat laporan ke Polres TTS pada Sabtu (29/8/2026).
"Sehingga kami mau mediasi juga sudab terkendala karena orang tua korban sudah membuat laporan polisi," jelas Eduard.
Menurut Eduard, BF dan MF masih memiliki hubungan kekeluargaan. Atas dasar itu, pihak SMKN 1 Soe berupaya agar kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.