Untuk mengungkap kejadian tersebut, polisi telah meminta keterangan dari sejumlah saksi. Salah satunya adalah pembuat video yang merekam kondisi lahan dan kemudian mengunggahnya hingga menjadi perhatian publik.
"Dalam proses penyelidikan awal, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, di antaranya pembuat video yang beredar di media sosial dan saksi-saksi yang mengetahui peristiwa tersebut," jelasnya.
Selain itu, penyidik juga meminta keterangan dari petugas pemetaan PT Inhutani. Informasi tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi serta batas administrasi kawasan yang berada di sekitar lokasi sebagaimana terlihat dalam video.
"Petugas bagian pemetaan dari PT Inhutani yang memiliki informasi terkait kondisi dan batas administrasi kawasan juga telah dimintai keterangan. Keterangan para saksi tersebut menjadi bagian penting dalam mengumpulkan fakta dan alat bukti secara komprehensif," tuturnya.
Meski telah melakukan pengecekan langsung, polisi belum menetapkan status kawasan tempat tanaman sawit tersebut berada. Penyidik akan berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan untuk memastikan status lahan, termasuk apakah berada dalam kawasan konsesi Hak Pengusahaan Hutan (HPH) PT Inhutani atau masuk kategori Areal Penggunaan Lain (APL).