"Saat perekaman pihak sekolah tidak tahu, taunya dari [setelah] video tersebut menyebar. Karena anak sudah SMA, jadi di jadwal pembagian [ijazah] sekolah tidak tahu. Setelah melihat video beredar di masyarakat, guru di sekolah di sini mengajar Bahasa Indonesia kelas 7," ujar Dadang, dilansir NadiKabar, Selasa (29/9/2026).

Sebagai langkah tegas, pihak sekolah telah menonaktifkan sementara oknum guru tersebut dari aktivitas mengajar sembari menunggu koordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat.

"Kami ada atasan kami yaitu dinas pendidikan, kami nunggu instruksi dari atasan," tambah Dadang.