"Kalau untuk infonya dari yang kita tanya sama sekuriti yang di BKKBN terus itu mbahnya memang sering lewat situ jualan keripik naik sepeda. Cuma setelah kejadian kemarin sampai hari ini kita nyari mbahnya enggak lewat situ lagi," ungkap Andrias.
"Kalau jamnya menurut pengakuan dari yang kemarin sekuriti BKKBN itu ya sekitar jam siangan, sekitar jam 12.00 WIB, jam 13.00 WIB ke atas. Mesti lewatnya situ," imbuhnya.
Andrias menuturkan pihaknya telah mendapat informasi terkait dugaan tempat tinggal kakek penjual keripik itu. Lantaran belum bisa memastikan kebenarannya, ia enggan menyampaikan terlebih dahulu.
"Kalau untuk dugaan ini orang mana ada info, tapi kan kita belum memastikan karena kita belum pasti itu benar apa enggak infonya. Jadi kalau kita sudah infonya sudah benar di sini, kita baru bisa ngomong, kalau enggak kita enggak berani ngomong," jelas Andrias.
Meski upaya pencarian sang kakek dalam dua hari ini belum berhasil, Andrias menuturkan pihaknya akan tetap mencarinya. Langkah selanjutnya bilamana sudah ditemukan akan diantar ke Polsek Ambarawa.
"Untuk selanjutnya kita tetap mencari bapaknya itu, terus kita nanti koordinasi dengan Ibu Kapolsek untuk langkah selanjutnya kalau kita sudah ketemu sama bapaknya," terang Andrias.
Terpisah, Kapolsek Ambarawa, AKP Ririh Widiastuti mengungkapkan rencananya sang kakek akan diantar ke kantor polisi jika sudah ditemukan. Ia akan mengganti kerugian uang yang dialami sang kakek bila memang benar ada penjambretan.
"Nanti kalau ketemu dibawa ke polsek, nanti tak ganti uangnya yang dijambret itu ada berapa nanti saya ganti," kata Ririh melalui pesan suara pada NadiKabar.