"Kalau kunjungan biasa, foto-foto, video buat story Instagram aja dengan durasi kurang dari satu menit, boleh itu tiketnya Rp15 ribu, kalau mancanegara Rp25ribu. Kalau buat ngonten, beda (harganya)," ucap penjaga tiket.

"Oh kalau gitu saya masuk biasa aja lah," balas Jerome.

Menanggapi permasalahan tersebut, Camat Pangalengan Vena Andriawan mengatakan saat ini petugas dari kecamatan telah melakukan pengecekan ke lokasi. Hal tersebut dilakukan untuk memeriksa kebenaran informasi yang beredar.

"Setelah petugas kami ngecek ke sana, didapatkan informasi bahwa memang tarif itu sudah tertera lama dan bahkan ada di akunnya gitu ya. Jadi saya lihat ini benar apa nggak gitu ya. Karena kalau tidak berdasar kan pungli," ujar Vena kepada awak media, Selasa (1/9/2026).

Pihaknya menjelaskan bahwa di lokasi objek wisata tersebut telah tertera kebijakan harga tiket masuk dengan nominal Rp600 ribu hingga Rp15 juta. Harga tersebut dikenakan untuk prewedding, konten media sosial, photoshoot produk, hingga syuting film.

"Ternyata ada dasarnya, termasuk kode prawedding segala macam, semua tertera. Jadi ketika terms and condition-nya disepakati oleh yang pengelola destinasi maupun yang melaksanakan, terjadi kesepakatan ya sudah. Tidak menjadi permasalahan ya," katanya.

Vena menduga pengunjung tersebut tidak mengetahui informasi tarif tersebut sehingga terkejut. Saat ini, pihaknya terus berupaya berkomunikasi dengan pengelola rumah Pengabdi Setan.

"Menurut mereka pengelola itu menyampaikan begini, Pak vlogger itu ataupun influencer atau siapapun ketika mereka ngonten dan kontennya disukai ya kan mereka dapat duit Pak. Masa mereka dapat duit kita enggak?. katanya pengelola," jelasnya.