Kepulan asap pekat tersebut sejatinya hanya berlangsung sekitar dua menit saat proses pengadukan sampah awal sebelum sistem pembasah (wet scrubber) bekerja optimal. Ia juga mengakui ceceran air hitam yang masuk ke sungai berasal dari sisa pembersihan lantai area kerja setelah perawatan rutin insinerator.
"Abu sisa pembakaran yang ringan terbawa angin lalu jatuh di lantai, kemudian terbilas air saat pembersihan ruang toilet dan dapur hingga melimpas ke saluran drainase sawah," ujar Sutrisna.
Limpasan air pembilasan tersebut mengalir mengikuti jaringan irigasi sawah lama yang berujung ke muara sungai di sekitar lokasi TPS3R. Pihak pengelola memastikan kejadian tersebut merupakan unsur ketidaksengajaan akibat aktivitas pembersihan berkala.
"Kegiatan maintenance rutin kami lakukan setiap dua minggu sekali pada hari Senin di minggu kedua dan keempat, termasuk pembersihan area lantai," tutur dia.
Menindaklanjuti temuan di lapangan, tim Gakkum DLHK Badung telah mendatangi lokasi dan memberikan sanksi berupa teguran tertulis serta sejumlah rekomendasi teknis. Pengelola diminta membangun sistem pengolahan limbah cair tersendiri agar kejadian serupa tidak terulang.