"Sebelum acara band-band itu tampil kesenian tradisi. Jadi pembelajaran bagi kami selaku penyelenggara, karena saya ketua panitia juga, jadi ya minta maaf kepada semua pihak yang merasa terusik terhadap tradisi yang agak terganggu visual itu," ucapnya.
Pihaknya sudah mengumpulkan mahasiswa yang menjadi panitia dalam acara tersebut. Mahasiswa telah melakukan klarifikasi melalui kanal mereka masing-masing.
Dari kasus ini, dia menyebut bahwa ISI terdiri dari sejumlah fakultas, sehingga pemahaman nilai budaya tiap mahasiswa berbeda-beda. Untuk mengantisipasi hal tersebut terulang lagi, pihaknya akan memberikan pengetahuan nilai dan budaya.
"Teman-teman mahasiswa sudah klarifikasi juga soal kejadian itu di medsos. Kemudian kami dari institusi/lembaga perlu untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa tentang nilai-nilai dan budaya. Maka kita akan tambahkan materi yang memahami soal kebudayaan dan budaya," jelasnya.
"Karena begini, kami tidak hanya satu fakultas. Ya pemahaman mahasiswa masih ada yang berbeda terkait nilai-nilai, mungkin nggak sadar, nggak paham. Tidak pada tempatnya prinsipnya seperti itu," imbuhnya.
Esha mengatakan, yang menari dalam acara closing Expo UKM itu banyak mahasiswa senior. Dia tidak menampik jika ada pihak luar yang ikut dalam acara tersebut.