Alex mengatakan pembongkaran makam dilakukan setelah adanya kesepakatan dua belah pihak. Pembongkaran yang dihadidiri oleh perangkat desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa tersebut berjalan aman dan lancar.

"Jadi, kesepakatan bongkar makam itu memang sebelumnya ada permasalahan, kemudian sudah berdamai, dan jenazah dipindahkan ke makam keluarganya," ungkap Alex.

Kisruh ini berawal dari Pilkades yang melibatkan dua warga, sebut saja A dan B. Si A adalah pendukung calon kades yang menang, sementara si B adalah pendukung calon yang kalah.

Persoalan bermula karena ada ketersinggungan antara dua pendukung tersebut soal calon jagoannya masing-masing. Si B yang sekaligus pemilik lahan kuburan, merasa tersinggung oleh si A karena jagoannya 'diejek'.