"Awalnya itu karena dengar suara-suara terkait pilkades juga, 'Nggak punya uang kok Si C nyalon-nyalon', punya ketersinggungan di situ," ungkapnya.
Ketersinggungan itu berlanjut menjafi konflik sosial. Si B selaku pemilik lahan kuburan kemudian meminta kepada si A untuk memindahkan makam almarhum ayahnya.
"Karena ketersinggungan, akhirnya ditengahi, dan diselesaikan. Akhirnya, pendukung yang menang ini mindahin makamnya. Jadi itu tanah makam pribadi dari pihak yang kalah," jelasnya.
Setelah upaya mediasi, kedua belah pihak akhirnya bersepakat untuk memindahkan makam tersebut. Kapolsek menyebutkan proses pemindahan kuburan berjalan aman dan lancar.