"Ada beberapa pelajar itu kepalanya luka sampai benjol sehingga dibawa ke Puskesmas. Kemudian orang tua dan guru mereka kami panggil ke Polsek Karang Dapo," ujarnya.
Menurut penjelasan polisi, tawuran tersebut bermula dari perselisihan tim redaksi pelajar asal Mandi Angin dan Alai dengan pelajar asal SP-04. Ketiga kelompok tersebut masih berstatus sebagai siswa di sekolah yang sama.
"Awalnya itu tim redaksi pelajar asal Mandi Angin dan Alai, satu jalan itu. Mereka itu mau pulang dan tiba-tiba ribut dengan pelajar asal SP-04 yang satu sekolahan juga. Mungkin karena ribut tadi, pelajar asal SP-04 tadi menelepon juga temannya asal Karang Dapo. Jadi mereka semua ribut di sana," jelasnya.
Dalam bentrokan tersebut, para pelajar menggunakan benda-benda yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Polisi memastikan tidak menemukan senjata tajam yang digunakan dalam tawuran.
"Mereka pakai kayu dan batu yang ada di lokasi, tidak ada yang pakai sajam," tegasnya.