"Bisa saya minta tolong menggunakan diksi yang lebih santun karena kita sedang live di TV Nasional," kata moderator saat menegur Setyo.
Setyo kemudian ingin MUI Jatim berbenah. "Iya, jadi MUI Jawa Timur ini harusnya, karena kan harusnya menata diri, kasihan toh. Itu anak-anaknya beliau juga (pelaku usaha sound horeg), bukan anak liar," jelas Setyo.
Setelah itu, moderator memberi kesempatan perwakilan MUI Jatim dalam hal ini Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim KH Ma'ruf Khozin untuk merespons apa yang disampaikan Setyo. Kiai Ma'ruf tampak merespon santai dan tak terpancing umpatan pengusaha sound horeg tersebut.
"Jadi, karena yang beliau sampaikan tentu ini adalah pandangan subjektif mereka, ya. Jadi yang misalnya yang mereka sampaikan adalah pendapat-pendapat yang sudah sesuai narasi, yang sudah sesuai dengan edaran Gubernur, dan lain sebagainya. Tapi kalau kemudian dieksplor lebih jauh, karena pemilik sound ini, pemilik sound horeg ini tidak hanya beliau, ribuan, ya. Dan kemudian yang sampai ke kami, kami secara objektif ini yang kemudian menaati aturan. Tetapi banyak pula yang kemudian tidak mematuhi terhadap aturan. Nah, yang beliau sampaikan ini adalah yang baik-baiknya saja," jawab Kiai Ma'ruf.