"Sementara peristiwa-peristiwa yang memang di situ melanggar mulai dari aturan dan lain sebagainya, tadi beliau bilang tidak ada dancer, itu mungkin di bagian beliau, tapi di bagian realitas yang lain jauh lebih besar, tinggal mudah kita melihat di YouTube bagaimana setiap ada yang namanya sound horeg selalu ada dancer-nya, bahkan sudah mulai terang-terangan minuman keras. Ini enggak pernah disampaikan oleh beliau," tambah Kiai Ma'ruf.

"Kemudian, terkait dengan tuduhan kalau kami di MUI misalnya adalah. dengan cara bahasa beliau tadi (digoblokan), mohon maaf, kami ini kemudian bukan masuk dengan tiba-tiba masuk, tapi ada seleksinya. Kami diambil dari organisasi Islam, tidak sembarangan orang kemudian berada di sana. Kami justru, ya, justru yang kami lakukan dari MUI ini adalah menjaga. Ibarat ada seorang polisi, ya, ada di kepolisian, lalu kemudian ada orang naik motor tidak pakai helm, oleh polisi dihentikan, itu adalah bagian kecintaan dia terhadap masyarakat supaya kalau ada apa-apa dia tidak sampai terjerumus kepada hal-hal yang berat. Memang seperti biasa, bagi saya kami dituduh seperti itu biasa," lanjutnya.

Saat dikonfirmasi, Kiai Ma'ruf membenarkan kejadian tersebut dan tidak mempermasalahkannya. Bahkan setelah acara, ia bahkan sempat foto bersama dengan Setyo, pengusaha sound horeg.

"Ya tidak masalah, kami selalu belajar dan belajar. Setelah acara itu sudah foto bersama," kata Kiai Ma'ruf saat dikonfirmasi NadiKabar, Kamis (10/9/2026).