NADIKABAR.COM — Kejadian tabrak lari yang melibatkan sepeda motor dengan mobil pikap di jalan Kampus Universita Muria Kudus tepatnya Desa Dersalam Kecamatan Bae viral di media sosial. Polisi pun turun tangan mendalami kejadian tabrak lari tersebut.
Kabar kejadian tabrak lari ini diunggah pada akun Instagram lintas Kudus. Pada unggahan ini memperlihatkan detik pengendara motor yang semula berjalan di tepi jalan. Lalu di belakangnya ada mobil pikap yang melaju kencang.
Saat melintas, mobil itu menabrak pemotor yang berjalan di depannya. Sontak pemotor itu terjatuh di jalan. Namun mobil pikap itu bukannya berhenti justru meninggalkan lokasi.
"Mohon bantuannya jika melihat mobil pikap ini barusan nyrempet ibu-ibu Jalan Dersalam Kecamatan Bae Kudus sampai luka parah dan tidak bertanggung jawab (kabur)," tulisnya seperti dilihat NadiKabar, Senin (31/8/2026).
Setelah ditelusuri, Kanit Gakkum Satlantas Polres Kudus, Ipda Moh. Jafar, mengatakan peristiwa kecelakaan tersebut terjadi pada Sabtu (29/8) sekitar pukul 12.32 WIB. Dalam kejadian itu, seorang pengendara sepeda motor listrik mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis di RS Aisyiyah Kudus.
"Korban diketahui merupakan seorang perempuan berusia 55 tahun, warga Kecamatan Bae, korban mengalami luka pada bagian kepala akibat insiden itu," jelasnya dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (31/8).
Jafar mengatakan pengemudi kendaraan yang diduga terlibat diketahui berinisial DA (21), warga Kecamatan Kaliwungu. Pengemudi tersebut mengendarai kendaraan jenis Mitsubishi L300 saat peristiwa kecelakaan terjadi.
"Pengemudi kendaraan telah menyerahkan diri ke Unit Laka Satlantas Polres Kudus pada Minggu pagi. Saat ini kami telah melakukan penanganan sesuai prosedur dan perkara tersebut ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Kudus," jelasnya.
Dia mengatakan berdasarkan keterangan awal pengemudi, DA mengaku tidak menyadari apabila kendaraan yang dikemudikannya telah bersenggolan dengan kendaraan korban. DA mengaku baru mengetahui adanya peristiwa tersebut setelah mendapat informasi dari penumpang yang berada di bagian belakang kendaraan.
"Setelah mengetahui informasi tersebut, pengemudi mengaku sempat kembali menuju lokasi kejadian. Namun, saat tiba di tempat kejadian perkara, kondisi lokasi sudah sepi dan korban tidak berada di lokasi," jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskan, pengemudi pikap berupaya mencari informasi melalui media sosial dan sejumlah fasilitas kesehatan hingga akhirnya mengetahui korban tengah menjalani perawatan di RS Aisyiyah Kudus.
"Penanganan perkara masih terus berjalan. Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait serta mengumpulkan bukti yang diperlukan untuk mengetahui secara utuh kronologi kejadian," ungkapnya.
Atas kejadian, ia mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu meningkatkan konsentrasi dan kehati-hatian saat berkendara.
"Kami memastikan proses penanganan kecelakaan tersebut dilakukan secara profesional dan objektif, dengan mengedepankan fakta-fakta hasil penyelidikan serta ketentuan hukum yang berlaku," terang dia.