Bahkan, menurut laporan SCMP, sejumlah siswa sampai antre untuk memangkas rambut mereka.

"Niat kami bukanlah untuk mencegah siswa masuk sekolah. Kami hanya ingin berkomunikasi dengan orang tua dan berkolaborasi untuk membujuk siswa agar mengadopsi gaya rambut yang standar," kata seorang guru anonim dari SMA Yinchuan, dikutip dari SCMP.

Peristiwa ini memicu kontroversi di sejumlah kalangan. Terlebih, beberapa orang tua mengaku tidak mengetahui persyaratan gaya rambut khusus ini.

Seorang pejabat dari Biro Pendidikan Kota Yinchuan pun merespons bahwa pihaknya telah menyelidiki apa yang terjadi di dua sekolah tersebut. Proses ini belum menentukan tindakan apa yang tepat untuk sekolah.