NADIKABAR.COM — Viral video sejumlah siswi berhijab dari SMP Negeri 1 Tanete, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), menyanyikan lagu rohani. Mereka ikut bernyanyi di rumah duka keluarga temannya saat peribadatan melayat.
Dilansir NadiKabar, dalam video terlihat sejumlah siswi yang mengenakan seragam SMP berhijab berdiri berjejer dan menyanyikan lagu rohani. Siswi tersebut tampak bernyanyi sambil memegang kertas yang diduga naskah dari lirik lagu rohani tersebut. Sebagian dari mereka juga menggunakan handphone.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel Iqbal Nadjamuddin mengatakan sejumlah siswi itu menyanyikan lagu rohani di rumah duka keluarga temannya pada Senin (28/9/2026). Dia menyebut para siswi itu tidak memahami batas ibadah sebagai seorang muslim.
"Ini acara melayat karena ada keluarga siswa yang meninggal kebetulan non-Islam, mungkin bertepatan dengan proses ibadah di rumah duka siswa ini mungkin tidak memahami aktivitas ibadah ini akhirnya ikut juga," ucap Iqbal kepada NadiKabar, Jumat (2/10/2026).
Iqbal mengaku telah berkoordinasi dengan Disdik Luwu dan telah mengkonfirmasi ke pihak sekolah atas kejadian tersebut. Ia mengatakan upaya koordinasi Disdik Luwu untuk meredam peristiwa yang telah ramai di media sosial.
"Jadi terkait peristiwa ini saya apresiasi pemerintah kabupaten dalam hal ini Disdik Kabupaten Luwu langsung bergerak, untuk melakukan koordinasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait untuk meredam peristiwa ini," jelasnya.
Dia menuturkan pihak Disdik Luwu telah memberikan arahan menyambangi sekolah tersebut. Mereka telah menyampaikan agar peristiwa tersebut tidak terulang lagi.
"Dan mengambil sikap memberikan arahan kepada pihak sekolah agar tidak terulang lagi kejadian seperti ini," tuturnya
Kepala Disdik Luwu, Andi Palanggi turut menjelaskan soal video itu. Kejadian bermula saat orang tua siswa nonmuslim meninggal di Kecamatan Walenrang pada Senin (28/9) lalu. Siswi pun memutuskan melayat ke rumah duka dan memutuskan ikut menyanyikan lagu rohani yang disebut rangkaian ibadah.
"Kebetulan orang tua siswa yang meninggal itu nonmuslim, dalam pelepasan jenazah nonmuslim kan memang ada kegiatan seperti itu. Nah ini siswa pada saat ada sumbangan lagu pada ikut juga mereka," ucap Andi Palanggi kepada NadiKabar, Sabtu (3/10/2026).
Andi Palanggi mengatakan, siswi itu memutuskan terlibat menyanyikan lagu rohani bukan atas instruksi sekolah. Siswi itu bahkan disarankan untuk tidak ikut dalam rangkaian ibadah pelepasan jenazah.
"Menurut gurunya itu sudah dilarang, cuma siswa menyebut sebagai bentuk dukanya. Itu sekitar ada 8 orang (siswi yang ikut menyanyi lagu rohani) kayaknya," tuturnya.
Dia mengatakan persoalan ini sudah dibahas dalam rapat dengat pendapat (RDP) DPRD Luwu yang turut melibatkan unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI). Disdik Luwu juga sudah meminta keterangan dan klarifikasi pihak sekolah terkait kejadian tersebut.
"Dari penjelasan gurunya, wilayah situ kadang masyarakat seperti itu. Tapi bagaimanapun kami perintahkan hindari, tidak usah ada lagi seperti itu dan mereka yang ada di dalam video juga sudah buat pernyataan," jelasnya.