"Dari keterangan masyarakat dan perangkat desa, tulang belulang yang ditemukan diduga berasal dari kawasan pemakaman lama," kata Kapolsek Peukan Bada Iptu Suriyatno dalam keterangannya Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, kawasan itu dulunya merupakan daratan namun mengalami abrasi dan tsunami sehingga sebagian wilayahnya menjadi perairan. Di sana dulu dikenal sebagai areal pemakaman dan perkebunan kelapa.

"Menurut keterangan masyarakat, sebelum tsunami di sana terdapat pemakaman lama di sepanjang garis pantai dengan panjang kurang lebih 800 meter," jelasnya.