Suriyatno menjelaskan, daratan di kawasan itu tidak terlihat saat air pasang atau musim timur. Tulang belulang dan bekas kuburan hanya nampak ketika air laut surut.

"Kemungkinan masih terdapat tulang belulang lain di kawasan tersebut yang dapat ditemukan kembali khususnya saat kondisi air laut surut," kata Suriyatno.

"Kami berharap temuan tersebut dapat ditangani dan dipindahkan ke lokasi yang lebih layak oleh pihak terkait," ujarnya.