"Jadi tidak satu boks itu langsung ditumpahkan. Setiap dus itu ada tempat tiketnya, langsung ditumpah di situ," ujarnya.

Johan juga membantah adanya hubungan kerabat tim redaksi pemenang doorprize dengan panitia maupun pihak kelurahan.

Menurutnya, pemenang doorprize merupakan warga Kabupaten Batang dan tidak dikenalnya.

"Kalau pemenangnya adalah warga Batang. Tidak ada kerabat. Saya pun tidak kenal orang itu," ujarnya.

Johan mengatakan, pemenang bahkan terlihat gugup ketika namanya dipanggil sebagai penerima hadiah utama. Pemuda tersebut kemudian melakukan sujud syukur setelah mengetahui dirinya memenangkan sepeda motor.

"Dia itu sangat gugup sekali, mungkin terlalu senang atau gembira karena mendapatkan hadiah utama sebuah doorprize PCX. Dia pun melakukan sujud syukur," katanya.

Johan menyebut proses pengundian berlangsung normal. Menurut dia, tidak ada protes dari peserta maupun pihak lain saat pengundian dilakukan.

"Alhamdulillah saat itu berjalan normal biasa, tidak ada protes sama sekali," imbuhnya.

Dia juga menegaskan jika pengundian memang direncanakan untuk memenangkan orang tertentu, seharusnya seluruh panitia mengetahui hal tersebut.

Turnamen Cap Gawen Cup 2026 sendiri disebut baru pertama kali digelar oleh panitia. Pihak panitia berharap penjelasan tersebut dapat meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan pengundian doorprize yang disebut telah diatur.