Keterangan berbeda justru datang dari sang ibu. Kepada pihak kepolisian, ia menegaskan tidak mengetahui sama sekali bahwa rambut putrinya akan dicukur habis hingga botak.
Tak terima dengan perlakuan tersebut, pada Jumat (28/8), wanita itu akhirnya resmi melaporkan kejadian ini ke Kepolisian Bang Yi Khan. Ia juga mengaku keberatan dan tidak pernah memberikan izin agar video pencukuran rambutnya disebarluaskan ke media sosial.
Hingga saat ini, kasus tersebut masih terus bergulir. Kementerian Pembangunan Sosial dan Keamanan Manusia Thailand (MSDHS) kini turun tangan untuk menyelidiki insiden tersebut lebih dalam.
Artikel ini telah tayang di NadiKabar