"Bangkit dan runtuhnya bangsa kita bergantung pada peran aktif perempuan," sambungnya.

Pernyataannya tersebut mendapat respons hangat dari warganet setempat yang khawatir akan ancaman krisis populasi. Seorang pengguna Facebook bernama Etsugaku Kankou postingan Hashimoto.

"Saya merasa kunci untuk mengubah kondisi Jepang saat ini yang mengarah pada kehancuran (demografi) justru terletak pada hati nurani perempuan Jepang," tulisnya.

Sementara pengguna lain, Hideto Umegaki, menyebut bahwa "Melahirkan tujuh anak adalah sebuah harta karun nasional."

Kehadiran bayi ketujuh dalam keluarga Hashimoto menjadi sorotan tajam, lantaran kondisi kesuburan (fertility rate) di Jepang baru saja menyentuh rekor terendah sepanjang sejarah.