NADIKABAR.COM — emak pejalan kaki terkapar yang dinarasikan korban tabrak lari di jalanan Kota Tegal viral di media sosial. Polisi membantah narasi itu dan memastikan seluruh pihak yang terlibat kecelakaan masih ada di lokasi.
Kabar ini salah satunya diunggah akun Instagram popfmIndonesia. Disebutkan dalam unggahan ibu-ibu mengalami patah tulang akibat tabrak lari.
Dalam video yang diunggah, nampak dua wanita yang diduga korban kecelakaan. 1 korban sedang duduk, dan 1 lagi terkapar. Terdengar juga suara pria yang menyebut agar siapapun yang menabrak korban menyerahkan diri sebab di sekitar lokasi banyak CCTV.
Kasat Lantas Polres Tegal Kota AKP Suyit Munandar menyebut peristiwa itu terjadi pada Kamis (10/9) pagi. Namun ia menyebut peristiwa itu bukan tabrak lari.
"Ini merupakan kecelakaan lalu lintas. Saat petugas tiba di lokasi, korban dan pengendara masih berada di TKP, termasuk kendaraannya," kata Suyit dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).
Menurut Kasat Lantas, petugas yang tiba di lokasi langsung mengamankan TKP dan melakukan penanganan terhadap pihak-pihak yang terlibat. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan ambulans untuk mengevakuasi serta memberikan pertolongan kepada para korban.
Dijelaskan, kecelakaan itu melibatkan pengendara Honda Vario berinisial AZ (24), warga Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, serta dua pejalan kaki, yakni CH (69), warga Kelurahan Kraton, dan NW (59), warga Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal.
Berdasarkan keterangan sejumlah pihak dan hasil pemeriksaan rekaman CCTV, kecelakaan bermula ketika sepeda motor yang dikendarai AZ melaju dari arah barat menuju timur di lajur kanan Jalan Pancasila.
Pada saat bersamaan, dua pejalan kaki menyeberang jalan dari arah utara menuju selatan. Kecelakaan kemudian terjadi saat sepeda motor dan kedua pejalan kaki tersebut bertabrakan.
Akibat kecelakaan itu, satu korban mengalami fraktur pada bagian kaki. Tiga orang yang terlibat dalam kecelakaan tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
"Petugas langsung melakukan penanganan di lokasi dan berkoordinasi dengan pihak medis maupun ambulans. Penanganan juga menyesuaikan kondisi masing-masing," ujarnya.