Singkat cerita, esok harinya keluarga Okta mendapat kabar bahwa motor yang hilang telah ditemukan di wilayah Kalipare, Malang. Kabar itu diterima dari salah satu perangkat desa yang mendatangi rumah korban.
Okta pun terkejut, karena sejak awal bapaknya tak melaporkan kehilangan motor kepada polisi, apalagi menunjukkan foto motor yang hilang.
"Tapi tiba-tiba besoknya tanggal 23 September jam 09.00 pagi itu tiba-tiba perangkat desa tiba-tiba datang ke rumah dan langsung bilang motornya ketemu di Kalipare dan minta tebusan Rp 1 juta," bebernya.
Waktu itu perangkat desa menyampaikan bahwa kepala desa telah menebus dan keluarga Okta harus mengganti dengan nominal yang sama. "Katanya pakai uang Pak Kades, dan kami harus mengganti Rp 1 juta," tegasnya.
Setelah bolak-balik mendatangi kantor desa setempat, Okta mengaku sekitar pukul 13.00 WIB, motor milik orang tuanya telah berada di kantor desa.