Selain itu, terdapat susu InfinaDairy, penyedot debu Vis-o-matic, serta sejumlah produk lain yang menggunakan istilah komputer maupun referensi Marvel.

Detail tersebut membuat rumah Vision terasa seperti lingkungan manusia biasa, tetapi dengan seluruh benda yang disesuaikan dengan identitasnya sebagai makhluk digital.

Permainan istilah komputer tidak berhenti pada makanan. Marvel juga menghadirkan kembali sejumlah AI yang sebelumnya muncul dalam film-film Iron Man dan Avengers.

Menariknya, AI tersebut tidak lagi sekadar terdengar sebagai suara komputer atau tampil sebagai robot, melainkan memiliki wujud manusia.

J.A.R.V.I.S., yang diperankan James D'Arcy, bertugas menangani keamanan, pengelolaan rumah, dan enkripsi. Dalam dunia teknologi, enkripsi merupakan metode mengubah informasi menjadi bentuk yang tidak dapat dibaca tanpa kunci yang sesuai.

Kemudian ada F.R.I.D.A.Y., diperankan Orla Brady, yang menangani kemampuan bersosialisasi, humor, dan operasi taktis Vision.

Sementara E.D.I.T.H., diperankan Emily Hampshire, bertanggung jawab atas hiburan, teori permainan, dan sistem persenjataan.

Dua robot bengkel Tony Stark, D.U.M.-E. dan U, juga hadir sebagai manusia dengan tugas pemeliharaan sistem. Keduanya menangani fungsi seperti kendali mekanis, pemadaman api, defragmentasi, dan analisis video.

Tidak ketinggalan Ultron, AI supercerdas yang kembali diperankan James Spader. Berbeda dari asisten lainnya, Ultron ditempatkan dalam ruangan terpisah karena dianggap berbahaya.

Penggambaran tersebut memiliki kemiripan konsep dengan sistem AI agent modern, yakni program AI yang dirancang untuk menjalankan tugas tertentu, menggunakan alat, dan berkoordinasi dengan sistem lain.

Meski demikian, kemampuan AI masa kini masih jauh dari kesadaran dan kemandirian seperti yang ditampilkan dalam Vision Quest.

Salah satu adegan menarik lainnya memperlihatkan J.A.R.V.I.S. menemukan kebocoran di rumah Vision. Namun, kebocoran tersebut bukan sekadar masalah bangunan.