"Keberhasilan ini tidak lepas dari perjuangan dan kerja keras tim gabungan yang bahu-membahu di lapangan. Meskipun arus laut cukup kuat, kondisi air keruh, berlumpur, dan jarak pandang yang sangat terbatas, tim tetap pantang menyerah dan bekerja dengan penuh kehati-hatian demi menemukan perangkat penting tersebut," ungkapnya.

Voice recorder itu selanjutnya diserahkan kepada Tim Investigasi Puspenerbad untuk penyelidikan lebih lanjut. Pangdam XXII/TB menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan unsur terkait atas pencarian hingga berhasil menemukan perangkat penting tersebut.

Sebagai informasi, tiga orang prajurit TNI gugur dalam kecelakaan helikopter Mi-17. Mereka adalah Sertu (anumerta) Heri, Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah, dan Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio.