NADIKABAR.COM — 17 yang jatuh di perairan Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berlanjut. Terbaru, cockpit voice recorder helikopter tersebut berhasil ditemukan.

"Pada pukul 07.05 WIB berhasil menemukan cockpit voice recorder," kata Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dalam keterangannya, Minggu (8/11/2026).

Operasi pencarian ini melibatkan penyelam Tim SAR Penyelam TNI KOPPEBA yang dipimpin oleh Kolonel Laut (S) Suwandi. Voice data recorder itu ditemukan di perairan.

"Keberhasilan ini tidak lepas dari perjuangan dan kerja keras tim gabungan yang bahu-membahu di lapangan. Meskipun arus laut cukup kuat, kondisi air keruh, berlumpur, dan jarak pandang yang sangat terbatas, tim tetap pantang menyerah dan bekerja dengan penuh kehati-hatian demi menemukan perangkat penting tersebut," ungkapnya.

Voice recorder itu selanjutnya diserahkan kepada Tim Investigasi Puspenerbad untuk penyelidikan lebih lanjut. Pangdam XXII/TB menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan unsur terkait atas pencarian hingga berhasil menemukan perangkat penting tersebut.

Sebagai informasi, tiga orang prajurit TNI gugur dalam kecelakaan helikopter Mi-17. Mereka adalah Sertu (anumerta) Heri, Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah, dan Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio.

Sebelum mengalami kecelakaan, helikopter Mi 17V5 lepas landas dari Kuala Pembuang pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang untuk melaksanakan misi pemadaman karhutla di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).Kecelakaan terjadi saat helikopter melakukan pengambilan air laut untuk water bombing.

"Peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja saat pelaksanaan tugas operasi pemadaman karhutla. Penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan," demikian keterangan Dispenad, Rabu (4/11).

Lima orang dalam kondisi selamat dan tengah menjalani perawatan di RS Kuala Pembuang.