Tim asuhan pelatih Reidel Toiran itu juga lebih efektif dalam melakukan blok, dengan menghasilkan 10 poin dari 42 percobaan atau efektivitas 24 persen. Kazakhstan mencatat enam poin blok dari 47 percobaan, dengan efektivitas 13 persen.

Namun, Kazakhstan unggul dalam upaya menyelamatkan bola dari serangan lawan. Mereka mencatat 18 dig dari 33 percobaan dengan persentase 55 persen, sedangkan Indonesia membukukan 15 dig dari 34 percobaan atau 45 persen.

Dengan hasil tersebut, Indonesia harus puas di peringkat ke-12 pada persaingan voli putra di pesta multi cabang olahraga terbesar Asia.