NADIKABAR.COM β Produsen mobil Jerman, Volkswagen, telah memulai pengujian teknologi pengemudian otonom Level 3 di jalan umum di Hefei, ibu kota Provinsi Anhui di Tiongkok timur, setelah memperoleh izin uji jalan, demikian diumumkan oleh Volkswagen Group China pada hari Senin (27/10) waktu setempat.
Izin tersebut mengizinkan pengujian di jalan raya dan pengumpulan data skala besar. Volkswagen bertujuan untuk menyiapkan teknologi pengemudian otonom Level 3 pada tahun 2027.
"Bagi Volkswagen, keselamatan dan keandalan adalah yang utama dalam pengemudian otonomos. Dengan izin ini, kami dapat melakukan pengujian dalam lalu lintas nyata di Hefei dan mengumpulkan data secara masif. Ini merupakan langkah berikutnya menuju kesiapan Level 3," kata Ralf BrandstΓ€tter, chairman sekaligus CEO Volkswagen Group China.
Level 3, atau otomatisasi mengemudi bersyarat, memungkinkan kendaraan menjalankan tugas mengemudi otomatis secara dinamis, sementara pengemudi manusia tetap harus siaga untuk mengambil alih kendali ketika diminta.
Volkswagen mengembangkan teknologi pengemudian otonomosnya di Tiongkok melalui CARIZON, perusahaan patungan antara anak usaha perangkat lunaknya, CARIAD, dan perusahaan teknologi Tiongkok, Horizon Robotics.
Grup tersebut juga telah memperkenalkan Hyper Sense 8, Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) skenario penuh pertamanya, dan tengah mengembangkan sistem-on-chip (SoC) siap L4 buatannya sendiri yang dikenal sebagai C7H, yang dirancang untuk mendukung kemampuan pengemudian otonomos hingga Level 4.
Volkswagen Group telah menginvestasikan lebih dari 3,5 miliar euro (1 euro = Rp20.298) di Hefei, tempat Volkswagen Group China Technology Company, pusat penelitian dan pengembangan (litbang) terbesar grup tersebut di luar Jerman, berlokasi dan menaungi sekitar 3.000 profesional litbang.
Kota tersebut, tempat Volkswagen Anhui berbasis, merupakan pusat utama industri kendaraan energi baru (NEV) di Tiongkok. Pada 2025, Hefei memproduksi lebih dari 1,37 juta unit NEV, terbanyak di antara semua kota di Tiongkok. Kota itu menjadi rumah bagi sejumlah produsen mobil besar, termasuk JAC, BYD, dan NIO, serta rantai pasokan yang mencakup baterai daya, elektronik otomotif, dan teknologi pengemudian cerdas.
Tiongkok telah secara bertahap memperluas penggunaan teknologi pengemudian otonomos di bawah suatu kerangka regulasi. Pada Desember 2025, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok memberikan persetujuan bersyarat kepada dua model kendaraan listrik berfitur Level 3 produksi Changan Automobile dan Arcfox milik BAIC Motor, yang mengizinkan uji coba di sejumlah ruas jalan terpilih masing-masing di Chongqing dan Beijing.
Pada Juli 2026, Tiongkok menerbitkan standar keselamatan nasional wajib untuk kendaraan kategori M dan N yang dilengkapi sistem pengemudian otonomos Level 3 dan Level 4, yang dijadwalkan berlaku mulai 1 Juli 2027. Standar tersebut juga menuntut kemampuan yang lebih kuat dalam menjalankan tugas mengemudi dinamis, sekaligus menetapkan persyaratan interaksi manusia-mesin dan pemberitahuan kepada pengguna guna mencegah penyalahgunaan.