"Harus kembalikan, saya minta bukti pengiriman yang sudah ditransfer. Saya suruh (kirim bukti) ke saya sama ke kepala sekolah. Yang kedua, saya usulkan untuk ditutup," ucap dia.
Sri menjelaskan, sebanyak 136 siswa yang keracunan menu MBG itu mengalami kondisi lemas, diare, muntah, mual, hingga pusing. Keracunan juga dialami oleh seorang guru. Beberapa siswa juga ada yang dirawat di klinik terdekat, dan ada siswa yang izin tidak masuk sekolah karena sakit.
"Katanya perutnya tadi, sudah saya tanya mulas-mulas, pusing," jelas dia.
Ratusan siswa serta guru yang keracunan tersebut menyantap menu MBG pada 7 September. Namun para siswa baru melapor ke pihak sekolah hari ini.
"Kan sudah tadi malam di rumah. Sudah diare, kan enggak merasakan. Setelah di sini kumpul teman-temannya, semua ternyata banyak yang kena," jelasnya.
Para siswa tersebut mengonsumsi menu MBG berupa nasi putih, tempe goreng ketumbar, ayam woku kemangi, dan rebusan brokoli jagung manis pada Senin (7/9) yang didistribusikan oleh SPPG Blora Tunjungan Sukorejo 2.