"Melalui GEMMA KIA, kader kesehatan, guru PAUD, dan tenaga kesehatan harus memperkuat kolaborasi. Pendampingan dan edukasi yang berkelanjutan sangat penting untuk memastikan kesehatan ibu serta tumbuh kembang anak terpantau dengan baik," tegas Alif.
Alif menambahkan bahwa pengisian dan pemanfaatan Buku KIA secara konsisten dapat membantu meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda bahaya kehamilan dan risiko gangguan kesehatan pada anak. Dengan pencatatan yang baik, kondisi berisiko diharapkan dapat dikenali lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Untuk mendukung penanganan kondisi gawat darurat di masyarakat, Pemerintah Kabupaten Gresik juga menyediakan layanan panggilan darurat 112, termasuk untuk kondisi kegawatdaruratan pada ibu dan anak.
Layanan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh pertolongan ketika menghadapi kondisi darurat sehingga keterlambatan penanganan dapat dicegah.
Alif berharap GEMMA KIA tidak berhenti pada kegiatan peluncuran, tetapi menjadi gerakan bersama yang dilaksanakan secara berkelanjutan di tengah masyarakat.
"Saya berharap GEMMA KIA tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi gerakan bersama yang diterapkan secara konsisten di masyarakat. Tujuan akhirnya adalah menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan prevalensi stunting di Kabupaten Gresik," pungkas Alif.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr. Mukhibatul Khusnah menyampaikan, tren angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Kabupaten Gresik masih belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Hingga Oktober 2026, jumlah kematian ibu tercatat sebanyak 16 kasus, meningkat dibandingkan dengan tahun 2025 yang mencatat 11 kasus.