Ia pun menjamin pemekaran Dinas PUPR tidak akan mengurangi anggaran dari dinas lain. "Nggak mungkin. Anggaran kita kan udah segini. Dengan ditambah, anggarannya nambah dari mana? Dari langit? Nggak ada. Anggaran kita malah APBD kita berkurang, kasihan. Kasihanlah perangkat dengan anggaran kecil itu. Nanti tidak mencapai target," ujarnya.

Dimyati pun menjelaskan alasan pemekaran Dinas PUPR. Menurutnya, PUPR memiliki beban kerja yang terlalu berat.

"Seperti PUPR itu terlalu berat, nanti kita pecah, gitu ya. Kita pecah bukan artinya kasihan dong Pak Arlan tuh mengelola anggaran besar, tanggung jawab besar, nanti dipecah tuh antara Sumber Daya Air dengan Bina Marga," kata Dimyati.

Dimyati menyampaikan bahwa di provinsi lain, urusan Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) sudah dipisah. Karena itu, Banten ingin melakukan hal serupa. "Di provinsi-provinsi lain udah pecah, hanya di Banten saja yang menyatu. Sehingga terlalu gemuk. Terlalu gemuk, anggaran terlalu besar," ujarnya.