NADIKABAR.COM — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan dalam satu atau dua tahun ke depan pemerintah dapat mengubah skema penyaluran subsidi yang biasanya diberikan dalam bentuk barang akan menjadi bantuan langsung tunai (cash transfer) yang disalurkan langsung kepada masyarakat penerima.

Menurutnya, langkah ini akan dilakukan usai pemerintah selesai melakukan pemadanan data lintas Kementerian/Lembaga untuk menetapkan daftar penerima bansos baru. Luhut menegaskan rencana ini juga sudah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto, meski ia tidak menyampaikan bagaimana tanggapan 'RI 1' terkait rencana ini.

"Ini kan baru bansos. Nanti ke depan, kita ini dalam over time, mungkin dalam 1-2 tahun ke depan, subsidi itu akan kita, saya sudah lapor Presiden, tidak lagi pada barang. Langsung pada manusia, jadi cash," kata Luhut dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).

Guna mendukung peralihan skema subsidi berbasis dana tunai kepada penerima manfaat tersebut, pemerintah sedang melakukan pemadanan data penduduk lintas kementerian dan lembaga yang dibantu teknologi kecerdasan buatan (AI).

"Ya kita harapkan kalau semua data ini bisa jalan dengan baik, saya sudah lapor presiden, sampai akhir tahun ini nanti daftarnya akan datang semua. Nah di Pak Mendagri sudah ada 289 juta. Jadi cukup banyak. Ya, jadi 98% dari jumlah penduduk itu sudah ada di Dukcapil," ucapnya.