Bahkan, aktivitas warga untuk mencari ikan di waduk kini semakin jarang terlihat. Warga harus berjalan cukup jauh untuk mencapai genangan air yang masih tersisa.
"Kalau warga sendiri yang mencari ikan masih ada, tapi persentasenya kecil. Soalnya perjalanan menuju area genangan itu jauh, ada sekitar dua kilometer lebih," jelasnya.
Kondisi waduk yang menyusut juga membawa perubahan pada hamparan tanah yang sebelumnya berada di bawah genangan air. Sejumlah warga kini memanfaatkan lahan tersebut untuk menanam berbagai tanaman.
"Kalau untuk pertanian, sekarang memanfaatkan lahan-lahan yang dulunya tergenang kemudian muncul lagi. Bisa untuk tanam sayur-sayuran, jagung ataupun kacang tanah," ungkap Agung.
Namun, bertani di dasar waduk yang mengering bukan tanpa kendala. Warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan air karena sistem irigasi lama sudah tidak lagi berfungsi.
Untuk mengairi tanaman, warga mengambil air dari aliran sungai menggunakan mesin diesel maupun pompa.