Kekeringan tidak hanya menjadi perhatian di Waduk Tempan. Perumda Tirta Mulia juga memantau kondisi Waduk Layang di Kecamatan Sawang yang menjadi sumber air bagi sekitar 400 pelanggan di wilayah Cabang Kundur Barat.
Meski mengalami penurunan, kondisi Waduk Layang saat ini masih relatif lebih baik dibandingkan Waduk Tempan. Penurunan ketinggian air di Waduk Layang masih berada di bawah satu meter.
"Namun untuk saat ini penurunan masih di bawah 1 meter. Curah hujan untuk wilayah Sawang cukup tinggi dibanding Tempan. Namun perlu antisipasi juga. Jika dalam dua bulan ini tidak ada hujan, maka bisa berpotensi mengering," jelas Ferry.
Ferry memastikan pelanggan yang terdampak penghentian sementara distribusi air tidak akan dikenakan pembayaran selama layanan tidak berjalan.
Menurutnya, kebijakan tersebut diberlakukan karena kondisi yang terjadi merupakan dampak bencana kekeringan. Perumda tidak akan membebankan biaya kepada pelanggan meskipun terdapat biaya abonemen.
"Tidak, pelanggan tidak dibebani pembayaran. Meskipun kita ada abonemen, namun karena ini bencana kita tidak memungutnya," tuturnya.
Namun, setelah distribusi air kembali dibuka dan ketersediaan air sudah mencukupi, Perumda akan melakukan pencatatan terhadap pemakaian pelanggan sebelumnya.
"Tapi nanti setelah dibuka kembali dan air sudah banyak, kita catat pemakaian sebelumnya," tambahnya.