"Dalam peristiwa tersebut, tercatat 14 warga menjadi korban, yaitu satu orang meninggal dunia dan 13 orang mengalami luka-luka. Selain itu, enam personel TNI juga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing," demikian keterangan Dispenad.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.

Jenazah telah dimakamkan pada Kamis (5/11) pukul 01.00 WIB di pemakaman umum Desa Dayah Kampong Baru, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.

"TNI AD menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya warga dalam peristiwa tersebut serta berharap seluruh korban luka segera pulih. TNI AD juga terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan kondisi wilayah tetap terkendali," tulis keterangan Dispenad.

Sementara itu pada Kamis (5/11) lalu, Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf. Teuku Mustafa Kamal dalam keterangannya menyatakan kondisi keamanan di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie kembali kondusif pascabentrokan penertiban bendera bulan bintang.

Mustafa menjelaskan peristiwa itu terjadi ketika personel Kodim 0102/Pidie bersama unsur terkait melaksanakan penertiban setelah panitia peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW mengibarkan bendera bintang bulan di Meunasah Desa Pulo Keunari.

Sebelum melakukan penertiban, kata dia, aparat gabungan TNI dan Polri telah melakukan pendekatan persuasif melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia penyelenggara. Namun, upaya tersebut tidak mencapai kesepakatan karena panitia tetap mempertahankan pengibaran bendera tersebut.

Kemudian, situasi meningkat hingga terjadi aksi pelemparan batu dan kayu ke arah personel TNI. Sejumlah orang juga terlihat membawa senjata tajam.

"Personel TNI berupaya mengendalikan situasi dan membubarkan massa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara. Namun, massa terus melakukan tindakan anarkis sehingga mengancam keselamatan personel," ujarnya.

Menghadapi kondisi tersebut, lanjut Mustafa, personel mengambil tindakan pengamanan secara bertahap. Dia mengaku prajurit TNI terlebih dahulu melepaskan tembakan peringatan menggunakan amunisi hampa, lalu amunisi karet.

"Setelah massa membubarkan diri, personel TNI menurunkan bendera bintang bulan dari lokasi kegiatan," kata dia.

Insiden bentrok tersebut membuat salah seorang warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie bernama Abzalul Riza meninggal dunia dan telah dimakamkan.